Sabtu, 29 Desember 2012

Jurnal penelitian sosiologi



INTERAKSI SOSIAL “ ABIL KOS“
Kartika Purnama Sari
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Telp. ..................Email. Kartikapurnamasari40@yahoo.com
ABSTRAK
Untuk melihat masalah ini, peneliti menggunakan bentuk interaksi sosial menurut Soerjono Soekanto. Secara umum bentuk interaksi sosial terdiri dari kerjasama (cooperation), persaingan (competition) dan pertentangan (conflict). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan memakai metode studi kasus. Informan penelitian adalah penghuni Abil kos. Dalam pemilihan informan, peneliti menggunakan purposive sampling yaitu menetapkan informan berdasarkan kriteria penelitian. Pengumpulan data dilaksanakan dengan teknik wawancara mendalam (deep interview) dan observasi langsung (participant as observer). Analisis data yang digunakan adalah analisis dengan membuat penjelasan yang nantinya bisa memberikan suatu penjelasan yang konkrit dan mendalam. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa para penghuni di Abil kos melakukan kerja sama, Kerja sama tersebut dapat dilihat dari kerjasama dalam menjaga  kebersihan, menjalin silaturahmi, menjaga keamanan dan ketertiban kosan, kerjasama menjaga kebersihan lingkungan, kerjasama dalam mematuhi dan melaksanakan aturan-aturan yang berlaku demi ketentraman Abil kos dan saling menolong apabila diantara tetangga kosan ada yang sakit atau mengalami masalah. Interaksi sosial dalam bentuk konflik terkadang ada dikarenakan kurangnya komunikasi atau terkadang dikarenakan  perbedaan pendapat dan karakter antar individu. Akan tetapi disini peneliti tidak menemukan bentuk interaksi persaingan. Kesimpulan penelitian ini dapat dianalisis secara sosiologis bahwa bentuk interaksi sosial antara individu-individu di Abil kos adalah interaksi dalam bentuk kerja sama dan konflik yaitu adanya usaha bersama antara individu dengan individu yang lain di Abil kos dalam mencapai tujuan bersama. Selain itu, setiap individu juga memiliki orientasi terhadap kelompoknya (in-groupnya) dan kelompok lainnya (out-groupnya). Penelitian ini menggambarkan tentang bagaimana proses interaksi sosial yang terjadi di Abil kos. Penelitian dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Para penghuni di Abil kos berasal dari berbagai daerah dan mereka juga berbeda jurusan dan semester.

PENDAHULUAN
            Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial (yang juga dapat dinamakan proses sosial) karena interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Bentuk lain proses sosial hanya merupakan bentuk-bentuk khusus dari interaksi sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang-perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Apabila dua orang bertemu, interaksi sosial dimulai pada saat itu. Mereka saling menegur, berjabat tangan, saling berbicara atau bahkan mungkin berkelahi. Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan bentuk-bentuk interaksi sosial. Walaupun orang-orang yang bertemu muka tersebut tidak saling berbicara atau tidak saling menukar tanda-tanda, interaksi soial telah terjadi, karena masing-masing sadar akan adanya pihak lain yang menyebabkan perubahan-perubahan dalam perasaan maupun syaraf orang-orang yang bersangkutan, yang disebabkan oleh misalnya bau keringat, bau minyak wangi, suara berjalan, dan sebagainya. Semuanya itu menimbulkan kesan didalam pikiran seseorang, yang kemudian menentukan tindakan apa yang akan dilakukannya. Berlangsungnya suatu proses interaksi didasarkan pada berbagai faktor, antara lain, faktor imitasi, sugesti, identifikasi dan simpati. Interaksi sosial sangat berguna untuk menelaah dan mempelajari banyak masalah didalam masyarakat.
            Kost atau indekost adalah sebuah jasa yang menawarkan sebuah kamar atau tempat untuk ditinggali dengan sejumlah pembayaran tertentu untuk setiap periode tertentu (umumnya pembayaran per bulan). Kos-kosan merupakan tempat yang disediakan untuk memfasilitasi wanita maupun pria, dari pelajar, mahasiswa, dan pekerja umumnya untuk tinggal, dan dengan proses pembayaran per bulan, atau sesuai pemilik (ada yang per beberapa bulan, per tahun). Fungsi kos-kosan ini sebagai tempat tinggal, saat ini berkembang dengan penambahan aktifitas dan sarana pendukung baik di dalam lokasi bangunan (kos-kosan) maupun di sekitar kosan tersebut. Misalnya ada kos-kosan yang menyediakan fasilitas warnet di bagian depan kos-kosan, yang dibuka seharian maupun beberapa jam untuk umum, kemudian fasilitas rumah makan, fasilitas kesehatan, dan sebagainya.
Peneliti mengambil contoh interaksi sosial di Abil kos. Abil kos yaitu sebuah tempat tinggal atau lebih tepatnya asrama putri yang berada di gang Hj. Mulya RT 02/06 Cipadung Cibiru Bandung. Yang dihuni oleh tujuh mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung dan mereka berasal dari berbagai daerah di jawa barat, ketujuh mahasiswa tersebut juga berbeda jurusan dan semester dan tidak ada yang saling mengenal sebelumnya.
Dari data latar belakang masalah diatas, maka peneliti tertarik untuk meneliti interaksi yang terjadi pada Abil kos.  Sehingga peneliti ingin mengetahui Bagaimana Interaksi sosial antar individu yang terjadi didalam Abil kos gang Hj. Mulya RT 02/06 Cipadung Cibiru Bandung ?

METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah daripada melihat permasalahan untuk penelitian generalisasi. Untuk itu dalam meneliti mengenai bagaimana interaksi sosial yang terjadi antar individu yang berada di Abil kos, peneliti harus mendekati beberapa narasumber yang terlibat langsung dalam kosan tersebut. Peneliti tidak mendapatkan kendala dalam wawancara karena peneliti sendiri adalah salah satu penghuni Abil kos.
Model atau teknik pengumpulan data yang dilakukan tidak hanya melalui studi pustaka, Namun dilakukan pula wawancara mendalam. Wawancara mendalam dilakukan terhadap beberapa informan atau sumber informasi yang memiliki keterkaitan dengan tema penelitian.
Studi pustaka dilakukan peneliti dengan beberapa cara, pertama mencari penelitian-penelitian yang pernah dilakukan mengenai interaksi sosial secara online. Kedua, pencarian pustaka dengan mecari buku-buku yang berkaitan dengan interaksi sosial. Wawancara dilakukan selama satu hari, peneliti mewawancarai seorang narasumber yaitu Riska Nurmala Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam Semester 1.

KERANGKA PEMIKIRAN
Menurut Soerjono Soekanto Interaksi sosial merupakan dasar proses sosial yang terjadi karena adanya hubungan-hubungan sosial yang dinamis mencakup hubungan antarindividu, antarkelompok, atau antara individu dan kelompok. Bentuk-bentuk interaksi sosial menurut Soerjono soekanto dapat berupa kerja sama (Cooperation), persaingan (competition) dan bahkan dapat juga berbentuk pertentangan atau pertikaian (conflict).
Adapun syarat-syarat terjadi interaksi sosial adalah sebagai berikut: interaksi sosial tidak mungkin terjadi tanpa adanya dua syarat, yaitu kontak sosial dan komunikasi.
  • Kontak Sosial
Kata “kontak” (inggris: “contact") berasal dari bahasa latin con atau cum yang artinya bersama-sama dan tangere yang artinya menyentuh. Jadi, kontak berarti bersama-sama menyentuh. Dalam pengertian sosiologi, kontak sosial tidak selalu terjadi melalui interaksi atau hubungan fisik, sebab orang bisa melakukan kontak sosial dengan pihak lain tanpa menyentuhnya, misalnya bicara melalui telepon, radio, atau surat elektronik. Oleh karena itu, hubungan fisik tidak menjadi syarat utama terjadinya kontak. Kontak sosial memiliki sifat-sifat berikut.
  1. Kontak sosial dapat bersifat positif atau negatif. Kontak sosial positif mengarah pada suatu kerja sama, sedangkan kontak sosial negatif mengarah pada suatu pertentangan atau konflik.
  2. Kontak sosial dapat bersifat primer atau sekunder. Kontak sosial primer terjadi apabila para peserta interaksi bertemu muka secara langsung. Misalnya, kontak antara guru dan murid di dalam kelas, penjual dan pembeli di pasar tradisional. Sementara itu, kontak sekunder terjadi apabila interaksi berlangsung melalui suatu perantara. Misalnya, percakapan melalui telepon. Kontak sekunder dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Kontak sekunder langsung misalnya terjadi saat ketua RW mengundang ketua RT datang ke rumahnya melalui telepon. Sementara jika Ketua RW menyuruh sekretarisnya menyampaikan pesan kepada ketua RT agar datang ke rumahnya, yang terjadi adalah kontak sekunder tidak langsung.

·         Komunikasi
Komunikasi merupakan syarat terjadinya interaksi sosial. Hal terpenting dalam komunikasi yaitu adanya kegiatan saling menafsirkan perilaku (pembicaraan, gerakan-gerakan fisik, atau sikap) dan perasaan-perasaan yang disampaikan.

PEMBAHASAN PENELITIAN
     Abil kos adalah sebuah tempat tinggal atau lebih tepatnya asrama putri yang berada di gang Hj. Mulya RT 02/06 Cipadung Cibiru Bandung. Abil kos juga dapat dikatakan sebagai  sebuah kamar atau tempat untuk ditinggali dengan sejumlah pembayaran tertentu untuk setiap periode tertentu (umumnya pembayaran per tahun). Yang dihuni oleh tujuh mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung dan mereka berasal dari berbagai daerah di jawa barat, ketujuh mahasiswa tersebut juga berbeda jurusan dan semester dan tidak ada yang saling mengenal sebelumnya. Ketujuh mahasiswa tersebut yaitu :
Nama                                : Hani Gilang Cahyati
Asal                                  : cipeundeuy
Jurusan / Semester            : Pendidikan Matematika / 1 (satu)

Nama                                : Riska Nurmala
Asal                                  :cikalong
Jurusan / Semester            : Bimbingan Penyuluhan Islam / 1 (satu)

Nama                                : Hadiyati
Asal                                  : Cianjur
Jurusan / Semester            : Matematika Sains / 3 (tiga)


Nama                                : Kartika Purnama Sari
Asal                                  : Karawang
Jurusan / Semester            : Administrasi Negara / 1 (satu)

Nama                                : Fini Milati
Asal                                  : Padalarang
Jurusan / Semester            : Manajemen / 1 (satu)

Nama                                : Maya Lismayanti
Asal                                  : Pangandaran
Jurusan / Semester            : Pendidikan Kimia / 3 (tiga)

Nama                                : Evi Mustaqimah
Asal                                  : Kopo
Jurusan / Semester            : Pengembangan Masyarakat Islam / 3 (tiga)
Seperti yang telah dijelaskan oleh Soerjono Soekanto bahwa Interaksi sosial merupakan dasar proses sosial yang terjadi karena adanya hubungan-hubungan sosial yang dinamis mencakup hubungan antarindividu, antarkelompok, atau antara individu dan kelompok. Interaksi sosial pun terjadi antarindividu didalam rumah kos ini.
Pada saat didalam rumah kos ini mereka saling berperan aktif contohnya seperti dalam menjaga kenyamanan dan keamanan kosan, salah satunya dengan cara kesepakatan bersama mereka menentukan jadwal piket dan peraturan kosan, mereka juga sering berkumpul saat waktu senggang terkadang mereka juga makan bersama atau melakukan shalat berjamaah. Meskipun terkadang ada hambatan-hambatan dalam menentukan sebuah keputusan karena mereka berbeda watak dan karakter akan tetapi itu tidak mengurangi rasa kebersamaan yang tejadi kosan ini.
Peneliti : Bagaimana penilaian anda tentang interaksi antara tetangga di abil kost?

Narasumber :Kalau memang harus saya beri nilai saya akan memberi nilai Aplus, karena interaksi di abil kos ini baik sekali seperti kerja sama bahkan kami sering melaksanakan shalat berjamaah, akan tetapi juga terkadang ada konflik tetapi konflik ini malah menimbulkan kerja sama yang baik dan menumbuhkaninteraksi yang baik bukan menimbulkan perpecahan.
Meskipun terkadang banyak konflik yang terjadi akan tetapi konflik ini tidak menimbulkan perpecahan diantara teman kosan. Karena ketika ada sebuah masalah atau konflik semua anggota kosan akan berkumpul untuk menyelesaikan permasalahan, hal ini tentunya dapat menambah kedekatan mereka karena semakin sering mereka berkumpul semakin dekat pula interaksi yang terjadi disini.
Peneliti : Pernahkah terjadi sebuah konflik yang menyebabkan terjadinya perpecahan antara penghuni kosan?
Narasumber : (hmmmm) Pasti pernah ya , soalnya amat sangat tidak mungkin jika tinggal didalam satu rumah dengan beberapa watak dan maindset yang berbeda, akan tetapi dengan adanya konflik ini kami malah berkumpul untuk memecahkan maslah yang terjadi yang tentunya tidak ada pihak yang merasa dikucilkan atau dirugikan. Konflik yang terjadi malah membuat kami semakin terasa dekat bukan membuat kami makin berjauhan.
Walaupun penghuni abil kos berasal dari berbagai daerah dan berbagai jurusan hal ini sama sekali tidak menyulitkan mereka untuk berinteraksi di karenakan mereka merupakan termasuk orang-orang yang mudah bergaul bahkan jika ada salah satu penghuni kosan membawa teman atau saudaranya berkunjung ke kosan penghuni kosan yang lainnya tidak sungkan-sungkan untuk menyapa ataupun hanya tersenyum. Maka dalam hal ini tidak ada kendala dalam proses komunikasi antar teman kosan.
Peneliti : Kendala apa saja yang terjadi dlam proses komunikasi antar teman kosan?

Narasumber : kalau kendalanya sendiri  sih ga ada , soalnya temen-temennya mudah bergaul jadinya ngga susah buat komunikasi saling menghargai juga ada jadi ngga susah dalam berkomunikasi.
Banyak sekali perbedaan diantara penghuni abil kos seperti daerah asal, jurusan ataupun tingkatan semester akan tetapi ini tidak menimbulkan perpecahan, walaupun berbeda mereka sama-sama mempunyai tujuan dan maksud yang sama. Disini sikap saling menghargai dan saling menghormati anatar teman kosan sangat dibutuhkan. Ketika ada teman kos yang merasa kesusahan teman yang lain akan membantu baik tenaga maupun yang lainnya. Disinilah nilai-nilai kekeluargaan yang penghuni abil kos rasakan walaupun mereka tidak tinggal dengan keluarga akan tetapi didalam rumah kosan ini mereka merasakan hangatnya sebuah keluarga.

KESIMPULAN PENELITIAN
Jadi, interaksi sosial yang terjadi antar tetangga di dalam Abil kos dapat dikatakan berjalan dengan baik karena mereka dapat berinteraksi atau bersosialisasi walaupun bermacam-macam karakter dan sifat akan tetapi mereka memiliki satu tujuan yang sama yaitu mencari ilmu dan pengalaman dan juga menginginkan terjadinya kenyamanan dan keamanan didalam Abil kos.
            Adakalanya disaat konflik terjadi didalam Abil kos hal itu sama sekali tidak mengurangi rasa kebersamaan mereka bahkan konflik itu malah menghasilkan kerja sama yang baik antar penghuni kosan. Dengan adanya konflik mereka akan berkumpul untuk bermusyawarah menyelesaikan konflik tersebut sehingga tidak ada perpecahan didalam kosan ini.
            Tak ada kendala yang dapat menghambat proses interaksi didalam kosan ini. Komunikasi yang dijalin pun lancer karena penghuni Abil kos ini termasuk orang-orang yang mudah bergaul, jadi tidak ada sekat-sekat yang membatasi mereka untuk berinteraksi antara satu dengan yang lain.
            Banyak perbedaan pendapat, karakter, sifat dan masih banyak lagi. Akan tetapi semua perbedaan itu tida mengurangi kebersamaan mereka, bahkan dari perbedaan itu mereka bisa belajar apa yang namanya sabar apa yang namanya saling menghargai. Dengan berbagai perbedaan itu menimbulkan kerja sama yang baik yang pada akhirnya menghasilkan nilai-nilai kekeluargaan.
Demikianlah interkasi yang terjadi antar penghuni Abil kos yang didalamnya terdapat mahasiswa universitas islam negeri sunan gunug djati Bandung.










DAFTAR SUMBER
Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : PT Raja Grafiindo Persada, 2006.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar